Website yang menampilkan peringatan “Tidak Aman” di browser sering kali membuat pengunjung langsung ragu. Meski desain terlihat normal dan konten lengkap, satu peringatan keamanan saja sudah cukup untuk menurunkan kepercayaan pengguna. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada pengalaman pengunjung, tetapi juga berpengaruh langsung pada performa bisnis dan peringkat website di mesin pencari.
Masalah website tidak aman masih sering terjadi, terutama pada website bisnis dan aplikasi berbasis web yang kurang mendapatkan perawatan teknis secara rutin.
Kenapa Website Bisa Dinyatakan Tidak Aman
Penyebab paling umum website dinyatakan tidak aman adalah karena tidak menggunakan HTTPS. Website yang masih berjalan di HTTP berarti data yang dikirimkan pengguna tidak terenkripsi, sehingga mudah disadap oleh pihak ketiga.
Selain itu, sertifikat SSL yang sudah kedaluwarsa atau salah konfigurasi juga dapat memicu peringatan keamanan di browser. Banyak pemilik website mengira SSL sudah aktif, padahal hanya terpasang sebagian halaman atau tidak melakukan redirect penuh dari HTTP ke HTTPS.
Website juga bisa dianggap tidak aman ketika terdeteksi mengandung malware. Infeksi ini biasanya berasal dari celah keamanan, plugin usang, atau script pihak ketiga yang disusupi kode berbahaya. Dalam beberapa kasus, malware menyebabkan website melakukan redirect otomatis ke halaman asing tanpa sepengetahuan pemiliknya.
Ciri-Ciri Website Tidak Aman yang Sering Terjadi
Ciri paling mudah dikenali adalah munculnya label “Not Secure” di address bar browser, terutama di Google Chrome. Pada kondisi tertentu, browser akan menampilkan halaman peringatan sebelum pengguna dapat melanjutkan akses.
Website yang tidak aman juga sering mengalami gangguan fungsi, seperti form yang tidak bisa dikirim atau diblokir browser. Hal ini terjadi karena browser mencegah pengiriman data melalui koneksi yang dianggap berisiko.
Selain itu, website yang terinfeksi malware sering menunjukkan gejala tambahan seperti loading lambat, redirect mencurigakan, atau munculnya konten yang tidak pernah dibuat oleh pemilik website.
Dampak Website Tidak Aman terhadap Bisnis dan SEO
Dari sisi pengguna, website tidak aman langsung menurunkan tingkat kepercayaan. Pengunjung cenderung meninggalkan website tanpa membaca konten lebih lanjut, apalagi melakukan transaksi atau mengisi form kontak.
Dari sisi SEO, Google secara konsisten memprioritaskan website yang aman. Website yang ditandai tidak aman berpotensi mengalami penurunan peringkat, meskipun kontennya relevan dan berkualitas.
Dalam jangka panjang, masalah keamanan juga meningkatkan risiko kebocoran data pengguna. Hal ini sangat berbahaya bagi website bisnis, e-commerce, maupun aplikasi web yang menyimpan data pelanggan.
Cara Mengatasi Website Tidak Aman Secara Menyeluruh
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan sertifikat SSL terpasang dengan benar dan HTTPS aktif di seluruh halaman website. Semua akses HTTP harus diarahkan ke HTTPS secara konsisten untuk menghindari peringatan keamanan.
Jika website menunjukkan indikasi infeksi, pemindaian malware perlu dilakukan secara menyeluruh. File berbahaya harus dibersihkan, celah keamanan ditutup, dan sistem inti website diperiksa kembali. Pada kasus tertentu, proses ini serupa dengan penanganan website yang terkena malware, yang membutuhkan audit teknis mendalam agar masalah tidak terulang.
Setelah itu, pastikan seluruh sistem selalu diperbarui. CMS, plugin, framework, dan library yang tidak diperbarui merupakan penyebab umum masalah keamanan dan juga sering memicu website menjadi tidak stabil atau bahkan sering mengalami downtime.
Pencegahan Agar Website Tetap Aman ke Depannya
Pencegahan lebih efektif dibandingkan perbaikan. Website perlu dimonitor secara berkala untuk mendeteksi masalah keamanan sejak dini. Penggunaan firewall, sistem proteksi tambahan, dan backup rutin sangat disarankan, terutama untuk website bisnis dan aplikasi berbasis web.
Stabilitas website juga perlu dijaga. Website yang sering bermasalah secara teknis biasanya memiliki akar masalah yang sama dengan website yang sering mengalami down, yaitu kurangnya perawatan sistem dan konfigurasi server yang tidak optimal.
Kapan Harus Menggunakan Bantuan Profesional
Jika website digunakan untuk operasional bisnis, sistem inventaris, e-commerce, atau aplikasi internal perusahaan, penanganan masalah keamanan sebaiknya tidak dilakukan secara trial and error. Kesalahan kecil dapat menimbulkan dampak besar, termasuk downtime dan kehilangan data.
Pada tahap ini, audit teknis menyeluruh dan perbaikan sistem menjadi langkah yang paling aman. Pendekatan ini juga sejalan dengan pengelolaan sistem berbasis web untuk bisnis, di mana keamanan dan stabilitas menjadi fondasi utama.
Jika website Anda saat ini mengalami peringatan tidak aman, gangguan performa, atau masalah keamanan lain, langkah terbaik adalah melakukan audit dan penanganan profesional agar website kembali stabil, aman, dan dipercaya pengguna.
Silakan lanjutkan ke halaman layanan pengembangan dan perbaikan website untuk mendapatkan solusi yang berkelanjutan sesuai kebutuhan bisnis Anda.